WAS :APA?
WER :SIAPA?
WEN :SIAPA?
WIE :BAGAIMANA?
BERAPA?
WANN :KAPAN?
EX:
• Das ist der fuller
Was ist das?
• Die mutter kauft den fuller
Was kauft die mutter?
Wer kauft den fuller?
• Die schuler fragen den lehrer?
Wer fragt den lehrer?
Wen fragen die schuler?
• Die mutter antworted der vater
Wen antworted die mutter?
Wer antworted den vater?
• Frau siti gibt physik?
Wer gibt physik?
Was gibt frau siti?
Die uhrzeit..
• Formall zeit
=resmi
Cth:21.00
• Informell zeit
=tidak resmi
Cth:9.00
Pada informell zeit selalu digunakan:
• Vor :untuk menyatakan kurang
• Nach :untuk menyatakan lewat
• Haib :untuk menyatakan setengah(menit ke-30)
• Viertel :untuk menyatakan menit ke-15
Pada formell zeit:
Dalam bertanya harus menggunakan
• Wie viel uhr ist es?
• Wie spit ist es?
Menjawab:
Es ist um
EX:
• 8.00
FORM :EST IST UM ACHT UHR
ES IST UM ZWANZIG UHR
INFORM :ES IST UM ACHT
FRAGWORTER
Learn German Language
ARTIKEL (KATA SANDANG)
=TUNGGAL/SINGULAR
Unbestimmte artikel(tidak tertentu)
• Ein spitzer ein buch eine tasche
Bestimmte artikel(tertentu)
• Der spitzer das buch die tasche
Ist das ein spitzer?
Ja,das ist der spitzer von indra
Ist das ein spitzer?
Ja,das ist ein spitzer
Ist das ein buch?
Ja,das ist ein buch
Ist die eine tasche?
Ja,das ist eine tasche
PLURAL (JAMAK)
• Unbestimmte (tidak tertentu)
Ein ein eine
Spitzer bucher taschen
• Bestimmte (tertentu)
Der spitzer das bucher die taschen
• Sind das bucher
Ja,das sind bucher
Das sind die bucher von indra
• Sind der spitzer
Ja,der sind spitzer
Der sind die spitzer von indra
• Sind die taschen
Ja,die sind taschen
Die sind die taschen von indra
nominativ maskulin feminim natral plural
bestimmte der die das die
unbestimmte ein eine ein
akkusativ
bestimmte den die das die
unbestimmte einen eine ein
akk :wir essen das brot
harus :
er,mus =maskulin
• Der schuler,der toonstmos
E,ung,tat,in,schaft-heit-keit =feminim (die)
• Die lampe,die zaitung,die schulerin,die freund
Schaft,die gesundheit,die freiheit,die ehrlichkeit
Um,chen,nis
• Das studium,das mappchen,das madchen
Das gekangnis,das erlaubnis
KONJUGATION
• TENTUKAN STAMM
ADA 2 RUMUS MENENTUKAN STAMM:
1. nominativ =subjek
2. akkusativ =objek pencerita
• bestimmte =nominativ
• unbestimmte =nominativ
cth :
1. nominativ
das ist,der fuller
adv verb s
2. akkusativ
ich habe,der fuller
s v o.akk
3. nom :das ist die tasche
akk :ich kaufe die tasche
4. nom :das ist das brot
1 2,BILA BERAKHIRAN D,T
ICH :STAMM+E ICH :STAMM+E
DU :STAMM+ST DU :STAMM+EST
ER,SIE,ES :STAMM+T ER,SIE,ES :STAMM+ET
WIR :STAMM+EN WIR :STAMM+EN
IHR :STAMM+T IHR :STAMM+ET
Sie/sie :STAMM+EN Sie/sie :STAMM+EN
1.SCHWACHE VERBEN
PERSONAL PRONOMEN SUCHEN BILDEN
STAMM :SUCH STAMM :BILD
ICH SUCHEN BILDEN
DU SUCHST BILDEST
ER,ES,SIE SUCHT BILDET
WIR SUCHEN BILDEN
IHR SUCHT BILDET
Sie/sie SUCHEN BILDEN
2.STARKE VERBEN
FAHREN LESSEN ESSEN
STAMM :FAHR STAMM :LESS STAMM :ESS
FAHRE LESE ESSE
FAHRST LIEST I.Bt
FAHRT LIEST I.Bt
FAHREN LESEN ESSEN
FAHRT LEST ESST
FAHREN LESEN ESSEN
FONGEN SEHEN GEBEN
Wish Form
Everybody know how to express something like a dream. Here it is I give a form from wish, one of the form how to express our hope.
Example :
Ali is a very clever boy (fact, reality)
What does Mary wish ? (wish form)
Mary wishes, Ali wasn’t a very clever boy
Nb: The bold word must be x not
here is the the form of wish..
Reality
-Present Tense
-Present Continuous Tense
-Present Using Modals
-Past Tense
-Past Continuous Tense
-Present Perfect Tense
-Present Perfect Cont. Tense
-Past Using Modals
-Pure Future Tense
-Past Pure Future Tense
-Common Future Tense
Wish Form
*Past Tense
*Past Continuous Tense
*Past Using Modals
*Past Perfect tense
*Past Perfect Continuous Tense
*Past Perfect Tense
*Past Perfect Cont.Tense
*Past Using Modals in Perfect
*Past Pure future tense
*Past Pure Future Perfect Tense
*Past Common Future Tense
Note : All of Wish form from the table must be in negative form if the reality statement in positive form.
Here Some Exercise For You!!
What do you wish ??
I wish,
1. The Man lost his money here.
2. They weren’t very hungry.
3. He wears a jacket.
4. I’m in the repeat class.
5. The boy doesn’t like the meal
6. You have covered all charges.
7. The review needed much time.
8. The lessons wasn’t tested in the first year.
9. You couldn’t win a game.
10. The room hasn’t been repainted.
Kalimat Bermakna Ganda
Kalimat yang memenuhi ketentuan tata bahasa, tetapi masih menimbulkan tafsiran ganda tidak termasuk kalimat yang efektif. Berikut ini contohnya.
1. Tahun ini SPP mahasiswa baru dinaikkan.
Kata baru diatas menerangkan kata mahasiswa atau kata dinaikkan ?
Jika menerangkan kata mahasiswa, tanda hubung dapat digunakan untuk menghindari salah tafsir.
1a. Tahun ini SPP mahasiswa-baru dinaikkan.
Jika kata baru menerangkan dinaikkan, kalimat itu dapat diubah menjadi...
1b. SPP mahasiswa tahun ini baru dinaikkan.
2. Rumah sang jutawan yang aneh itu akan segera dijual.
Frasa yang aneh menerangkan kata rumah atau frasa sang jutawan ?
Jika yang aneh menerangkan rumah, kalimat itu dapat diubah menjadi:
2a. Rumah aneh milik sang jutawan itu akan segera dijual.
Jika yang aneh itu menerangkan sang jutawan kata yang dapat dihilangkan sehingga makna kalimat diatas menjadi jelas.
2b. Rumah sang jutawan aneh itu akan segera dijual
Kalimat Baku, Tidak Baku dan Efektif
KALIMAT TIDAK BAKU
- Semua peserta daripada pertemuan itu sudah pada hadir
- Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya
- Mengenai masalah ketunaan karya perlu segera diselsesaikan dengan tuntas
- Sebelum mengarang terlebih dahulu tentukanlah tema karangan
- Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A melawan Regu B
- Kita perlu pemikiran – pemikiran untuk memecahkan masalah – masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota
KALIMAT BAKU
- Semua peserta pertemuan itu sudah hadir
- Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Saudara
- Masalah Ketunakaryaan perlu segera diselesaikan dengan tuntas
- Sebelum mengarang, tentukanlah tema karangan
- Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A dan Regu B
- Kita memerlukan pemikiran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota
KALIMAT EFEKTIF
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya ...
secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula. Berikut ini contoh kalimat yang kurang efektif. Kalimat (1)diambil dari sebuah tiket bus dan kalimat (2) diambil dari sebuah majalah.
1. Jika bus ini mengambil penumpang di luar agen supaya melaporkan kepada kami.
Kalimat ini kurang jelas maksudnya karena ada bagian yang dihilangkan atau tidak sejajar. Siapakah yang diminta “supaya melaporkan kepada kami”? Ternyata imbauan ini untuk para penumpang yang membeli tiket agen. Jika demikian, kalimat ini perlu diubah menjadi:
1a. Jika bus ini mengambil penumpang diluar agen, Anda diharap dapat melaporkannya kepada kami.
Jika subjek induk kalimat dan anak kalimatnya dibuat sama, ubahannya menjadi
1b. Jika bus ini mengambil penumpang diluar agen, harap dilaporkan kepada kami
2. Mereka mengambil botol air dari dapur yang menurut pemeriksaan laboratorium berisi cairan racun.
Apakah yang berisi cairan racun itu ? jika jawabnya”dapur”, kalimat ini sudah baik. Jika jawabnya “botol bir”, letak keterangannya perlu diubah menjadi :
2a. Dari (dalam) dapur mereka mengambil botol bir yang menurut pemerikasaan laboratoium berisi cairan racun.
Causative
Form
Causative : Penggunaan kata “Have” atau “Get” dalam kaimat yang bermakna menyuruh, dengan ciri –ciri diikuti obyek langsung dan V¬¬¬1/V3 untuk “Have” dan To+V1/V3 untuk “Get”.
Rumus :
1. S + Have/Get+ O pasif+V3
2. S + Have+ O aktif + V1
3. S+ get+O aktif To+V1
Keterangan :
1. Kata “have” hanya simbol dari “ has/have/had dan “get” dari ...
“get/got/gotten” yang bermakna menyuruh ( subjeknya tidak pernah melakukan kerja)
2. kalau kata “have/get” tidak diikuti langsung objek dan kata kerja “v1/v3” untuk “have”dan “to” + V1/V3 artinya bukan menyuruh mungkin mempunyai, telah, makan, minum, mendapatkan dsb.
3. Untuk objek pasif kencenderungannya “benda” dan objek aktif kecenderungannya”orang”.
Contoh soal:
I will have my secretary make an appointment with Mr. Salim for next week.
Etimologi
Etimologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan dan perkembangan bentuk kata. Proses pembentukan atau perubahan kata dengan segala masalahnya disebut dengan gejala bahasa.
Macam-Macam Perubahan Bentuk Kata
1. Asimilasi
Asimilasi adalah penyamaan dua fonem yang berbeda menjadi sejenis.
Contoh:
Alsalam → assalam → asalam
Inmoral → immoral → imoral
2. Desimilasi
Perubahan dari dua fonem yang sama menjadi tidak sama
Contoh :
Citta → cipta
Sajjana → sarjana
3. Diftongisasi
Proses suatu monoftong menjadi diftong
Contoh :
Teladan → Tauladan
Anggota → Anggauta
4. Monoftongisasi
Contoh :
Pantai → Pante
Pulau → Pulo
5. Sandi
Pengubahan dua vokal yang bukan diftong menjadi satu
Contoh:
Sesajian → Sesajen
Keratuan → Keraton
6. Hapologi
Pengubahan dua kata menjadi satu dengan menghilangkan satu silabis/suku kata ditengah kata tersebut.
Contoh :
Bagai ini → begini
Tidak ada → tiada
7. Metatesis
Pertukaran letak fonem dalam suatu kata.
Contoh :
Apus → usap → sapu
Lebat → tebal
Banteras → berantas
8. Adaptasi
Penyesuaian struktur bahasa asal ke dalam bahasa Indonesia
Contoh :
Voorschot → persekot
Vanijjya → berniaga
9. Kontaminasi
Bentuk bahasa, yaitu dari dua ungkapan yang beelainan diturunkan suatu ungkapan baru yang rancu.
Contoh :
Membungkukkan kepala
Berulangkali
Dipelajarkan
10. Pleonasme
Proses pembentukan/pemakaian kata yang berlebihan
Contoh :
Naik ke atas
Mundur ke belakang
11. Analogi
Proses pembentukan kata – kata baru berdasarkan cotoh kata yang sudah ada
Contoh :
Dari kata Dewi – dewi
Putra – putri
Dibentuk Saudara – saudari
Pemuda – pemudi
Dari kata Tunanetra
Dibentuk kata Tunakarya
Tunawisma
Tunaakasara
12. Hiperkorek
Proses membetulkan bentuk bahasa yang sudah betul sehingga salah
Contoh :
Surga → syurga
Ijazah → ijasah


